@BenSoebiakto : Creative Business Will Always be My Passion

| 0 Comments

Selalu menjadi sebuah diskusi besar buat para publisher media cetak, online media dan media specialist di era hyper connected market ini. Kalau semua informasi ada di tangan kita, sejauh twitter update dan blackberry notification, kenapa kita masih harus menunggu berita liputan academy awards di sebuah media cetak, satu bulan setelah acara.

Sebenarnya baik Media Specialist, Research agency dan beberapa advertiserpun masih selalu memperdebatkan masalah ini, belum ada data yang pasti, berapa tahun lagi media cetak akan menjadi punah. Saya pribadi, percaya bahwa media cetak tidak akan langsung hilang. Tapi yang pasti, Millenials dan generasi berikutnya, akan memiliki new methods of media consumption yang mungkin jauh lebih advance dari sekedar twitter update. In a nutshell, be prepare on the heavy digital wave.

Saya pribadi bukan orang media, hanya seorang creative entrepreneur yang banyak terjun dan berkecimpung di dunia marketing communication. Octovate Group merupakan Lokomotif saya dalam mendevelop Advertising Group, dari kedekatan dengan Advertiser dan brand owner membuat kita dituntut untuk selalu melihat lebih dalam tentang consumer insight. Ledakan Mobile Phone penetration dan diikuti dengan lahirnya Era social media di Indonesia otomatis menjadi salah satu topik dan analisa besar yang kita selalu diskusikan. Pertumbuhan Online media publisher yang dipelopori detik.com dan diikuti mega giant media group Kompas Gramedia yang akhirnya membuat jalan dimana media traditional mulai ikut mengejar ke mana perubahan media consumption dari masyarakat.

Sepanjang 2006-2007, saya memiliki sebuah unit bisnis Octodesign, sebuah Design company yang memiliki salah satu servicenya adalah membuat Web dan Interactive Platform. Seorang partner bernama Stefan Damasena yang banyak memperkenalkan saya dengan dunia web dan internet dan kaitannya dengan pertumbuhannya di Indonesia. Selama 2 tahun lebih service ini mengalir dan terus melakukan risetnya hingga 2008 bersama Stefan Damasena, saya bertemu Kevin Mintaraga, entrepreneur muda dengan passion dan semangat yang luar biasa di dunia online marketing. Di tahun itu, kami melahirkan Magnivate, Digital Boutique agency, yang merupakan salah satu business Unit Octovate Group dan dikukuhkan menjadi legal entity di tahun 2010.

Berjalan dengan Digital wave di tahun 2008-2010, Magnivate banyak melakukan riset dan pembangunan digital campaign bersama klien, yang kami posisikan sebagai partner dalam eksplorasi dunia digital. Dalam implementasinya, Digital banyak kami posisikan menjadi salah satu channel dalam Community platform, di mana beberapa konsultan dan media juga banyak  membahas era community marketing di saat itu. Sebuah Social Media community bernama Dunia Cewe yang akhirnya kita lahirkan di 2010, yang akhirnya memperoleh lebih dari 1 juta member. Feeding and Managing community membuat kami merasakan bagaimana kami harus bisa menjadi community hub, membuat content management team, media relation, activation team, dan itu semua yang merelevansikan kita dengan dunia Online Media. Gogirl Magazine juga menjadi salah satu partner kami dari tahun 2009, dimana Gogirl juga memberikan prediksi akan marketnya yang makin bergerak dalam baris depan perubahan era Online.

Bulan Maret 2010, saya bertemu Dian M. Muljadi, seorang Icon dan Media Entrepreneur di segment Woman & Lifestyle market. Pertemuan kita dijembatanin seorang sahabat baik saya Dien Tirto Buwono yang kebetulan sedang membantu Ibu Dian dalam membidani media barunya “Marie Claire” dalam launchingnya di Indonesia. Pertemuan yang dimulai dengan topik membuat sebuah TV program itu akhirnya berlanjut dengan diskusi soal trend Digital Media. Ibu Dianpun sepakat akan pentingnya media traditional sudah mulai menyiapkan roadmapnya ke dalam kolaborasi digital. Salah satu hal yang lucu adalah ketika ibu cerita soal anak2nya yang sudah tidak pernah baca majalah terbitannya sendiri dengan alasan sudah dapat semua updatenya melalui internet.

Bulan Juni 2010 diskusi itu berlanjut menjadi business proposal yang saya ajukan ke Ibu Dian, saya memulai dengan sebuah business concept bahwa kita harus membuat sebuah media online untuk perempuan Indonesia, yang akhirnya berkembang menjadi Community Content Platform bukan hanya terbatas pada media Web. 3 December 2010, lahirlah Fimela.com di Indonesia

Fimela.com memang dibangun untuk menjawab pentingnya update bagi generasi instant. Kita sudah hidup dalam percepatan informasi yang sangat convenient untuk dikonsumsi. Sebenarnya yang saya lihat adalah sebuah kolaborasi dalam project Fimela.com ini. Sebuah Group dengan specialisasi content producer di segment women lifestyle dan Digital group yang sangat savvy dalam mengembangkan digital platform dan campaign. Yang menarik adalah kedua group ini akan selalu mencari hal baru dalam pengembangan inovasi maupun consumer media trendnya juga.

Dalam pembentukan roadmap dan strategic direction untuk Fimela.com, kami sempat melakukan pertemuan-pertemuan dengan beberapa global media group, salah satunya kami bertemu dengan Hearst Corporation di New York, yang memang sedang melakukan reposisi media mereka dari traditional media cetak hingga ke digital media. Media-media seperti Cosmopolitan, Harper’s Bazaar yang kebetulan mereka punya juga sedang memasuki era digitalisasi. Diskusi dengan mereka membuat kami makin optimis kenapa Fimela.com harus kami lahirkan dengan multikolaborasi konten. Setelah Web dan Mobile Wap, February kemarin kami melaunching FimelaTV, sebuah Online Video content khusus dibuat untuk konsumsi internet user, dimana kami sangat percaya dalam antisipasi masuknya trend IPTV yang sedang disiapkan oleh group besar seperti Telkom dan Kompas Gramedia.

Kalau dari sisi teknologi kami selalu mencoba melakukan inovasi relevan yang di drive oleh Kevin Osmond, CTO sekaligus co-founder di Fimela.com, kami juga membangun Fimela.com bersama Dien Tirto Buwono & Fitriandini Wiana sebagai Editorial Director yang menjaga kualitas konten dan memiliki visi dalam Fimela.com menjadi media yang sangat dekat dan berpengaruh dalam kehidupan wanita di Indonesia. Referensi yang paling jelas adalah Oprah. Bukan sekedar multi platform program TV, majalah ataupun film film produksi Oprah, Tapi Oprah sudah menjadi salah satu influencer besar dalam kehidupan wanita di seluruh dunia. Bukan hanya fancy trend aja yang ingin kami bangun dalam visi Fimela.com, tapi pengaruh yang sedalam-dalamnya dalam kehidupan perempuan Indonesia baik dari sisi penampilan, karir, relationship dan sikap2 wanita modern Indonesia.

Adhiatma Gunawan, founder mommeworld.com memperkenalkan saya dengan Glam.com, sebuah online media aggregator terbesar yang awal mula membuka pemikiran saya soal pentingnya media online seperti ini di Indonesia. Simple saja. Acara TV kita yang dipenuhin acara Sinetron dan Gosip Selebriti di tonton oleh perempuan Indonesia. Perempuan memiliki kedalaman dalam konsumsi media. Meski perempuan hanya merupakan 36% dari seluruh pengguna internet di Indonesia, tapi Facebook memeberikan sebuah report akan kedalaman interaksi yang terjadi di women segment di Indonesia. Pemikiranna simple, kalo konsumsi perempuan Indonesia begitu dalam, kenapa belum banyak pemain online media yang mau masuk di segment ini. Kenapa semua harus news portal. Welcome to the era of multiplatform segmentation media.

Business Model memang menjadi bagian penting dalam kita menjalankan sebuah Startup, napas panjang selalu menjadi issue. Pembelajaran soal revenue model dan financial model bukan lagi hanya miliki korporasi besar. Buat saya selalulah memulai dari “modal dengkul”, cost priority menjadi strategy dalam managing cashflow. Revenue bukanlah jadi hal baku yang modelnya akan seperti itu itu saja. Advertising model selalu jadi andalan untuk online media manapun. Tapi ketika era PPC merajai market, Online media duniapun mengalami tantangan yang sangat besar. Saya percaya akan multiplatform revenue model, saya percaya setiap product yang kita launch akan selalu ada potensinya masing-masing. Kalo web platform bisa masuk ke advertising model, bukan berarti community activity kita punya model yang sama. Bikin fimela TV juga bukan untuk tujuan sekedar advertising model. Tapi justru setiap product or channel bisa dikemas dalam paket marketing yang berbeda buat masing-masing partner. Yang fimela percaya adalah revenue bisa muncul dari beberapa stakeholder, baik B2B revenue maupun B2C revenue. Untuk itu setiap product yang kami launch akan ada analisa market dan revenuenya juga.

Marketing dan Branding juga menjadi elemen penting dalam pembangunan Fimela.com, kalau memang punya visi punya influence besar dalam kehidupan perempuan Indonesia, maka jelaslah branding dan awareness perempuan Indonesia terhadap Fimela.com harus besar sekali. Untuk itu kenapa kami mengajak Fimelista Sarah Sechan, Indy Barends, Becky Tumewu & Samuel Mulia. Buat kami hadirnya kolaborasi selebrity membuat cepat buat kami mendapat sambutan publik, apalagi dengan kolaborasi beberapa bintang tamu juga di FimelaTV.

Quarter 2 ini Fimela.com dan Grand Indonesia juga melakukan kolaborasi retail, dimana Fimela akan membuat POP Up Office dimana kegiatan Pemotretan, Talkshow, Community event dan bahkan aktifitas redaksional dapat dikunjungin dan melakukan interaksi bersama pengunjung mall. Buat kami, retail space ini akan menjadi pusat brand experience untuk Fimela.com dapat berjumpa langsung secara fisik dengan para member komunitasnya.

Hadirnya Startuplokal di Indonesia merupakan peran penting sebagai connecting hub, memperkenalkan, melakukan edukasi dan melakukan kolaborasi sehingga digital business startup menjadi sebuah industri yang semakin matang dan powerful. Saya melihat Indonesia dengan potensi marketnya, sudah mencapai angka yang significant dalam penetrasi industri digital dan social media. Problemnya sudah bukan apakah aka nada adopsi terhadap marketnya, tapi munculnya digital techpreneurs ini perlu membuktikan diri bahwa kita bukan hanya jago adopsi global platform, tapi local platform harus jadi pemenang di kandang sendiri.

Untuk  informasi dan pertanyaan yang lebih detail perihal pembangunan fimela.com bisa contact saya melalui email saya bernhard@fimela.com ataupun follow my twitter @bensoebiakto or @FIMELAdotcom for any update of our startup.

 

Source: http://startupbisnis.com/bensoebiakto-creative-business-will-always-be-my-passion/


Share: +1 Share


comments powered by Disqus